Industrialis Andrew Carnegie

lnovasinya Membuat Amerika Serikat Menjadi Pemimpin Menuju Era Baja

Andrew Carnegie yang berusia 14 tahun menganggap pekerjaannya sebagai kurir di Western Union sebagai satu hal— yaitu sebuah kesempatan untuk naik pangkat. Ia juga memiliki rencana konkret: melakukan lebih banyak hal daripada yang diharapkan orang lain, sehingga ia akan diperhatikan oleh para atasannya.
Ia mulai dengan menghafal nama, alamat, dan wajah orang yang sering ia kirimkan paket. Segera, ia dapat mengenali banyak dari mereka saat berada di jalan dan memperpendek waktu pengiriman. Lalu, ia belajar sendiri untuk mengoperasikan telegraf.

Andrew Carnegie
Rencananya berhasil. Tak lama kemudian, ia dipromosikan sebagai operator telegraf. “Perjuangan hidup sudah separuhnya dimenangkan oleh seorang remaja pria yang berkontak secara dengan para pejabat tinggi,” kata Carnegie. “Setiap orang semestinya melakukan sesuatu melampaui lingkup kewajibannya–—sesuatu yang memikat perhatian orang yang lebih darinya.”

 

Camegie (1855-1919) mendirikan Carnegie Steel Co. danmenjadi salah satu orang terkaya di dunia. Berbagai inovasi produksi yang ia perkenalkan dapat menurunkan harga baja, sehingga sangat mempengaruhi setiap aspek kehidupan. Mulai dari permesinan (dan produktivitas) hingga gedung pencakar langit dan perumahan berbiaya rendah, tulis sejarawan Paul Johnson dalam majalah Commentary terbitan ]uli 1999.

“Dengan mencapai skala ekonomis, ia mengubah kemewahan dari orang kaya menjadi kebutuhan orang miskin dan
karenanya dapat menurunkan harga riil di hampir seluruh sektor kehidupan,” tulis ]ohnson.

Carnegie dilahirkan di Dunfermline, Skotlandia. Ayahnya adalah seorang penenun yang kehilangan pekerjaan ketika
perkakas tenun menjadi peralatan otomatis. Keluarga itu kemudian pindah ke Pittsburgh pada tahun 1848.

Andrew muda, yang waktu itu berusia 12 tahun dan hanya perlu waktu lima tahun lagi untuk menyelesaikan sekolahnya, pergi bekerja sebagai pekerja kumparan di sebuah pabrik tekstil dan kemudian pindah ke pabrik pemelihara mesin uap dan ketel uap. Setiap kali, ia mencoba untuk mengerjakan yang terbaik dan kemudian pindah ke beberapa pekerjaan lain. Pada akhir tahun 1849, ia bergabung ke dalam Western Union.

Pada tahun 1853, ia mendapat posisi sebagai pengirim telegraf pribadi dan asisten untuk Thomas Scott, seorang eksekutif di Pennsylvania Railroad. Untuk memastikan bahwa ia memahami segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, Carnegie mempelajari operasi rel kereta secara mendalam.

Ia menjadi orang yang memiliki banyak pengetahuan tentang operasi tersebut sehingga ia sering menawarkan berbagai inovasi. Sebagai contoh, ia mengusulkan agar perusahaan kereta membakar gerbong kereta setelah kecelakaan ketirnbang mencoba memindahkannya dari jalur rel kereta. Sarannya itu mampu membersihkan jalur rel kereta secara lebih cepat.

Tidak mengherankan ketika Scott dipromosikan pada tahun 1859, Carnegle mendapat kesempatan untuk menempati posisinya sebagai penanggung jawab di Divisi Barat Pennsylvania Railroad. Sejak itu, Carnegie dapat mendukung dirinya sendiri dari berbagai investasi yang ditanamnya.

Ia selalu berhati-hati dalam mengurus uang. jika Anda terbiasa mengelola uang Anda dalam jumlah sedikit, maka Anda akan terbiasa mengelola uang dalam jumlah banyak” adalah moto yang ia pegang. Bahkan ketika ia hanya berpenghasilan dua atau tiga dolar per minggu, ia tetap menyisihkan seclikit untuk tabungan. Pada tahun 1856, ia menginvestasikan simpanannya dan pinjaman ringan dari bank untuk ditanamkan ke perusahaan Woodruff Sleeping Car Co., yang tak lama kemudian perusahaan itu menghasilkan keuntungan $5.000 per tahun untuknya. Jumlah itu merupakan dua kali lipat dari penghasilannya per tahun selama bekerja di perusahaan kereta.

Setelah beberapa investasi lain yang berakhir sukses (termasuk salah satu dalam penemuan minyak besar pertama di Titusville, Pennsylvania, AS) Carnegie memutuskan untuk memanamkan uangnya ke dalam sesuatu yang ia bangun sendiri. Ia keluar dari perusahaan rel kereta pacla tahun 1865 dan ikut membantu mendirikan Keystone Bridge Co., dengan mengganti jembatan kayu menjadi jembatan besi.

Lalu, pada tahun 1872, ia melihat tungku pembakaran milik Henry Bessemer selama kunjungannya ke Inggris. Baja yang dapat ditempa melalui pengolahan baru Bessemer itu memberikan inspirasi baginya. Ia segera melihat kemungkinan bahwa baja dapat menjadi materi struktur kerangka bangunan karena kekuatan dan fleksibilitasnya.

Ia kembali ke AS dan berencana untuk membuat pabrik baja pertamanya dalam bisnis yang akhirnya menjadi Carnegie Steel. Untuk mendapat perhatian atas bisnis barunya itu, ia mengerahkan strategi pemasaran yang jitu. Ia menamai pabriknya itu dengan nama Edgar Thomson Works yang merupakan Presiden Pennsylvania Railroad.

Tidak mengherankan, pemesanan pertama Carnegie adalah untuk 2.000 rel baja dari Pennsylvania Railroad.

Sekalipun bisnisnya sudah sukses sejak awal, Carnegie tahu bahwa ia tidak dapat meningkatkan kualitas hanya dari dirinya sendiri, tulis ]ulie M. Fenster dalam bukunya, In the Words of Great Business Leaders. “Ia mengaku bahwa ia ‘tidak memiliki latar belakang untuk menjadi seorang penemu, pakar kimia, penyelidik, atau mekanis’,” tulis Fenster.

Ia mempekerjakan orang yang memiliki kemampuan tersebut. Ia rnerekrut seorang pakar kimia untuk menemukan
secara tepat apa yang terjadi di dalam tungku pembakarannya dan untuk memastikan bahwa produknya dapat beroperasi dengan efisiensi maksimum. (Ia termasuk salah satu industrialis pertama yang menggunakan ilmuwan untuk melakukan riset untuk kepentingan bisnisnya sendiri). Ia merekrut akuntan terkemuka yang memberlakukan kebijakan ketat dalam akuntansi biaya.

Hasilnya, ia mengurangi biaya pembuatan rel kereta dari $160 per ton pada tahun 1875 menjadi $17 pada tahun 1890. Begitu ia merekrut sejumlah orang, Carnegie tidak melakukan manajemen mikro. Menurut Fenster, Carnegie percaya bahwa “Seorang eksekutif yang baik tidak mengendalikan manajemen sehari-hari. Pekerjaannya adalah mengimplementasikan sebuah sistem yang progresif, mempekerjakan para karyawan yang berharga, dan membuat rencana yang akurat. Jika ia harus memerhatikan seluruh karyawannya agar mendapatkan yang terbaik dari mereka, maka mereka terlihat cacat dan begitu pula dengan sistem itu.”

Hal itu bukan berarti Carnegie lepas tangan dari bisnisnya. Sebaliknya, ia memilih momen-momen tertentu untuk terlibat dalam bisnis itu.

Sebagai contoh, “Jika Anda ingin memenangkan sebuah kontrak,” kata Carnegie, “beradalah di tempat itu ketika hal itu terjadi.” Ia percaya bahwa kondisi yang tidak diprediksikan bisa terjadi setelah penawaran diajukan dan hadir pada saat itu bisa membuat perbedaan antara memenangkan dan kehilangan sebuah kontrak.

 

Kenyataannya, tambahnya, kapan pun memungkinkan, “tetaplah hadir sampai Anda dapat membawa kontrak tertulis di dalam kantong Anda.”

Carnegie memastikan bahwa ketika sebuah perusahaan berurusan dengan Carnegie Steel, mereka mendapatkan produk berkualitas tinggi. “Mernasukkan semua procluk pada pengujian yang lebih akurat daripada yang diminta para pembeli,” katanya. “Reputasi untuk memproduksi yang terbaik adalah fondasi yang harus dibangun.”

Untuk rnempertahankan kesegaran perspektifnya, Carnegie banyak menghabiskan waktunya di luar kantor, kata
Fenster. Ia berkelana selama enam bulan per tahun dengan mengelilingi Eropa. “Ia tidak ingin membiarkan pikirannya memahat diri menjadi kebiasaan,” tambah Fenster.

Sudut pandang yang baru akan memberikan kekuatan baginya untuk berenang melawan arus ekonomi.

“Carnegie Steel selalu berekspansi selama masa-masa panik atau depresi,” tulis Fenster. Bahkan ketika harga saham
berjatuhan, termasuk pasar untuk logam, “Carnegie akan menaruh seluruh sen yang ia miliki untuk meningkatkan fasilitasnya.”

Carnegie yakin dalam melakukan satu hal dan melakukannya dengan baik. Ketika ia berekspansi, ia tidak
melakukan bisnis-bisnis yang sama atau sejajar, tetapi mengekspansi produksi baja atau membeli batu bara, tambang batu arang (kokas), dan kapal untuk transportasi materi bahan baku ke—-dan menyelesaikan barang-barang dari—-pabrik- pabriknya.

“Letakkan telur Anda dalam satu keranjang,” katanya, “dan perhatikan keranjang itu. Itulah cara bagaimana membuat uang.” Ia tidak menghargai para eksekutif yang menanamkan investasi pada “perusahaan yang jauh” ketimbang memodernkan pabrik-pabrik mereka sendiri.

Jika Carnegie dikenal sangat baik atas apa yang telah ia bangun, pada waktu yang sama, ia juga dikenal suka rnemberi. Ia yakin bahwa kekayaan memiliki kewajiban moral untuk bertindak sebagai pelayan masyarakat. “Orang yang meninggal dunia dalam keadaan kaya, berarti meninggal dalam keadaan aib, “katanya. Pada tahun 1901, ia menjual Carnegie Steel kepada J.P. Morgan dengan harga $480juta. Sebelum meninggal pada tahun 1919, ia telah memberikan sekitar 90% dari kekayaannya dan mendirikan sejumlah yayasan atau mendistribusikannya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.