Motif Merger

Motif Merger ada 2 yaitu yang pertama adalah motif ekonomi, dan yang kedua adalah motif sinergi.

1.     Motif Ekonomi

Esensi tujuan perusahaan, dalam perspektif manajemen keuangan, adalah seberapa besar perusahaan mampu menciptakan nilai (value creation) bagi perusahaan dan bagi pemegang saham.Merger dan akuisisi memiliki motif ekonomi yang tujuan jangka panjangnya adalah untuk mencapai peningkatan nilai tersebut. Oleh karena itu seluruh aktivitas dan pengambilan keputusan harus diarahkan untuk mencapai tujuan ini. Perusahaan harus melakukan implementasi program melalui langkah-langkah kongkrit misalnya melalui efisiensi produksi, peningkatan penjualan, pemberdayaan dan peningkatan produktivitas sumber daya manusia.

Disamping itu motif ekonomi merger dan akuisisi yang lain meliputi :

•Mengurangi waktu, biaya dan risiko kegagalan memasuki pasar baru.

•Mengakses reputasi teknologi, produk dan merk dagang.

•Memperoleh individu-individu semberdaya manusia yang professional.

•Membangun kekuatan pasar (market power)

•Membangun kekuatan monopoli.

•Memperluas pangsa pasar.

•Mengurangi persaingan.

•Mendiversifikasi lini produk.

•Mempercepat pertumbuhan.

•Menstabilkan cash flow dan keuntungan.

 

2.     Motif Sinergi

Sinergi yang besar dan kuat merupakan salah satu alasan utama bagi para pembeli untuk bersedia membeli dengan harga yang lebih tinggi, melebihi nilai yang sebenarnya dari perusahaan yang diminati. Sinergi mengacu pada reaksi yang di timbulkan ketika dua perusahaan digabungkan untuk menghasilkan efek yang jauh lebih baik bagi ke dua entity yang bersangkutan daripada masing-masing perusahaan melakukan kegiatan operasinya secara independen.

 

Fenomena ini seringkali digambarkan sebagai 2 + 2 = 5. Didalam konteks merger, hal ini di diterjemahkan sebagai kemampuan dari dua atau lebih perusahaan yang digabungkankan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan jika perusahaan tersebut beroperasi secara independen (Patrick A. Gaughan, Merger, Acqusition, and corporate Restructuring, USA, New York: John Wiley & Sons, Inc., 1999, pp. 116-128).

Leave a Reply

Your email address will not be published.