Maksimalkan Prioritas

prioritas

“Prioritas… Pilih Satu dan Maksimalkan!”

 

Bicara soal prioritas, ada yang menarik saat saya diwawancarai oleh HRD ditahun 2011 tempat saya bekerja sekarang. Pertanyaan beliau kira-kira seperti ini : “Bagaimana caranya mengatur waktu saat masih kuliah sarjana dan sambil bekerja? Bagaimana pembagian waktunya?”. Ya, saya sudah yakin pertanyaan ini akan muncul. Saya mencantumkan di CV beberapa pekerjaan parttime saat masih kuliah. Dan ini mungkin bisa jadi bumerang apakah saya ditolak, atau justru sebaliknya nilai plus untuk saya. Kenapa pilih kuliah, atau kenapa pilih bekerja. Dengan percaya diri. saya menjawab dengan perlahan-lahan, tidak terburu-buru namun dengan sangat tenang dengan intonasi suara dijaga teratur (HRD nya cantik sih :D). Oke kembali lagi ke topik. Saya menjelaskannya dengan cukup hati-hati.

Dalam bekerja secara part time sambil kuliah memang hal yang tidak mudah. Ya, saya akui itu sangat tidak mudah. Saya bukan superman yang mampu menghandel keseluruhannya sendiri secara sempurna. Setiap hal yang berbenturan tentu harus memiliki prioritas. Dampaknya tentu ada, ada yang harus dikorbankan atau minimal salah satunya menjadi tidak maksimal. Tidak mungkin menjalankan keduanya secara baik. Prioritas pekerjaan adalah pilihan saya. Dalam pekerjaan saya bertanggung jawab kepada orang lain. Apabila saya mengecewakannya maka saya tidak akan dipercaya lagi. Ada kondisi dimana saya harus meninggalkan kuliah hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada.

 

Ya lagi-lagi kuliah memiliki prioritas kedua. Kuliah bagi saya merupakan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Bila ada kegagalan di bangku perkuliahan maka saya dapat mengulangnya kembali. Atapun ada keterlambatan materi maka saya dapat belajar di waktu yang lain. Berbeda dengan pekerjaan. Mungkin saat terjadi kegagalan maka kredibilitas saya bekerja akan dipertanyakan. Apakah saya mampu bekerja dengan baik atau tidak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.