Teknik Untuk Memperbaiki Proses Kreatif

kreatifitas

 

Tim yang bekerja sama bisa menghasilkan ide-ide yang lebih kreatif. Lima taknik yang biasanya berguna untuk mengembangkan kualitas proses kreatif dari tim adalah brainstorm, mind-mapping, force field analysis, Triz, dan rapid prototyping.

 

1.   Brainstorming

Brainstorming adalah proses dimana sekelompok kecil dari orang saling berinteraksi dengan struktur kecil yang memiliki tujuan untuk menghasilkan kuantitas besar tentang ide-ide baru yang imajinatif. Tujuannya adalah menciptakan kondisi yang terbuka yang memungkinkan bagi anggota kelompok untuk bebas menggulirkan ide. Para peserta bisa memberikan ide yang muncul di dalam pikiran tanpa mengevaluasi atau mengkritiknya. Ketika para anggota kelompok berinteraksi, tiap ide akan memunculkan pemikiran bagi yang lainnya, kemudian pemikiran yang muncul tersebut akan menular.  Energi dari kebebasan ini akan menjadi penggerak dari keberagaman ide, dimana sebagian dari ide tersebut mungkin tidak bisa dijalankan; tetapi, ide-ide yang tak bisa dijalankan tersebut akan mengarah kepada satu yang yang menghasilkan produk atau jasa terobosan bagi perusahaan. Agar sesi brainstorming ini bermanfaat, pengusaha harus mengikuti arahan berikut:

 

  • Jaga untuk tetap menjadi kelompok kecil—terdiri dari lima atau delapan orang.
  • Buatlah kelompok tersebut menjadi sebeda mungkin. Ambillah orang-orang didalamnya dengan perbedaan latar belakang, disiplin pengetahuan, serta perspektifnya.
  • Berikan dorongan bagi para peserta untuk terlibat di dalam sebuah jenis olah raga aerobic sebelum sesi berlangsung. Sebuah studi menyebutkan bahwa ketika seseorang melakukan olah raga—berjalan, bersepeda, renang, atau lari—sebelum sesi brainstorming, mereka akan menjadi lebih kreatif.
  • Berikan penekanan bahwa rangking di dalam perusahaan tidaklah relevan. Setiap anggota tim berada pada posisi yang sama.
  • Buatlah permasalahan menjadi jelas bagi kelompok tersebut. Dengan menformulasikan permasalahan melalui bentuk pertanyaan, “mengapa”, “bagaimana”, dan “apa”, ini akan membantu.
  • Berikan kesempatan bagi anggota untuk menghadirkan setidaknya tiga ide melalui email sebelum sesi brainstorming dilaksanakan untuk permasalahan yang dihadapi. Ini akan pikiran para anggota menjadi focus terhadap permasalahan.
  • Batasi sesi ini sampai 40 hingga 60 menit.
  • Lakukan field trip. Kunjungi lingkungan yang ada masalahnya. Riset menunjukkan bahwa mereka yang langsung mendatangi tempat dimana permasalahan terjadi akan memiliki ide lebih kreatif.
  • Tunjuk seseorang di luar anggota tim untuk mencatat setiap ide yang muncul di atas papan sehingga setiap orang dapat melihatnya.
  • Gunakan cara duduk agar komunikasi dan interaksi dapat berjalan lebih baik (dengan pola duduk melingkar atau membuat huruf U.)
  • Sesi brainstorming adalah permainan yang menyenangkan, dan jangan terlalu logis.
  • Berikan dukungan untuk setiap ide yang muncul, walaupun ide tersebut bersifat sangat ekstrim atau liar. Ide yang pada awalnya tampak gila bisa memicu kemunculan kreativitas dari yang lainnya. Jika  ide gila bisa dipikirkan untuk dapat diaplikasikan, maka solusi kreatif telah ditemukan.
  • Tentukan bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan banyak ide, bukan kualitas ide. Nanti pasti akan ada waktu untuk mengevaluasi ide yang muncul.
  • Jangan pernah mengevaluasi atau mengkritik apapun ide yang muncul selama sesi ini. Tidak ada ide yang buruk.
  • Dorong para peserta untuk menghasilkan ide baru.
  • Harus ada keberanian untuk bermimpi tentang hal-hal yang tidak masuk akal. Ide yang kreatif biasanya muncul ketika kita menyingkirkan pemikiran lama untuk mendapatkan solusi yang jauh.

 

2.   Mind-Mapping

Cara lain untuk memunculkan kreativitas adalah mind mapping, yang  merupakan langkah pengembangan dari brainstorming. Mind-mapping merupakan langkah yang merefleksikan cara bagaimana otak bekerja. Mind-mapping adalah teknik grafis yang mendorong berpikir dengan menggunakan kedua belah otak, yang secara visual akan menunjukkan beragam hubungan dari ide-ide, serta memperbaiki kemampuan untuk melihat sebuah permasalahan dari banyak sisi.

Proses mind-mapping dapat berjalan melalui cara berikut:

  • Mulailah dengan menulis sebuah gambar yang menyimbolkan tentang permasalahan atau wilayah fokus di pusat kertas kosong yang besar.
  • Tulislah setiap ide yang muncul di pikiran Anda, dan hubungkan setiap ide menuju gambaran atau kata pusat dengan garis.
  • Ketika arus ide berjalan lambat, berhentilah. Jangan paksakan untuk kreativitas.
  • Biarkan pikiran Anda untuk beristirahat sejenak selama beberapa menit kemudian mulailah untuk mengintegrasikan ide-ide yang ada di dalam kertas ke dalam pemetaan pikiran. Gunakan pena berwarna untuk menghubungkan ide-ide. Ketika Anda mengorganisir pemikiran-pemikiran Anda, carilah hubungan baru di antara ide-ide Anda. Terkadang otak membutuhkan waktu untuk memproses ide di dalam peta pikiran. Berjalan sebentar untuk menjauhi masalah selama beberapa menit bisa mengarah menuju beberapa  ide baru atau hubungan baru di antara ide-ide yang ada.

3.   Force Field Analysis

Force Field Analysis adalah teknik yang berguna untuk mengevaluasi daya yang mendukung atau menghambat perubahan yang ada. Ini juga berguna untuk menimbang seberapa beban yang dihasilkan dari keuntungan atau kerugian dari keputusan tertentu dan memaksimalkan variable untuk mendukung keuntungan dan meminimalisir hal-hal yang bisa menghambatnya. Seperti brainstorming, prosesnya dapat berjalan dengan baik melalui sebuah kelompok, yang diawali dengan membuat tiga kolom dan membuat daftar masalah yang diperjelas di dalam pusat kolom. Di dalam kolom kiri, kelompok akan mendaftar daya-daya yang utama, yang mendukung permasalahan ke depan. Pada kolom kanan, kelompok mendata daya-daya yang menghambat yang membuat perusahaan tidak mengimplementasikan ide. Daya tertentu yang mungkin muncul di dalam kelompok hampir tak terbatas. Tetapi beberapa factor yang harus dipertimbangkan oleh grup adalah orang-orang, nilai, harga, trend, tradisi, politik, biaya, pendapatan, dampak lingkungan, aturan, dan sikap.

Setelah mengidentifikasi sejumlah daya yang mendorong dan menghambat, langkah berikutnya adalah menentukan nilai yang akanmerefleksikan kekuatan dari setiap daya tersebut. Nilainya adalah 1 (lemah) hingga 4 (kuat). Melalui penilaian tersebut akan diketahui daya manakah yang mendominasi permasalahan. Semakin tinggi nilai dari sebuah daya akan semakin mendorong munculnya ide. Jika keputusan yang diambil adalah “go”, maka grup akan focus kepada ide untuk menciptakan daya pendorong yang baru, memperkuat daya pendorong yang sudah ada, serta meminimalisir dampak dari daya penghambat.

 

4.   Triz

Dikembangkan pada tahun 1946 oleh Genrich Altshuller, seorang pejabat di Uni Soviet, TRIZ merupakan pendekatan sistematis yang dirancang untuk membantu menyelesaikan permasalahan teknis. TRIZ lebih bersifat otak kiri, ilmiah, dan prosesnya bertahap yang berdasarkan atas studi dari ribuan paten inovatif di seluruh dunia.

Altshuller dan koleganya telah mengembangkan 40 prnsip yang melandasi paten inovatif dan kemudian mengembangkan “TRIZ contradiction matrix.”, yaitu seubah alat untuk mengkombinasian prinsip-prinsip tersebut dalam memecahkan permasalahan. Mereka mengakui bahwa inovasi muncul ketika seseorang mampu menangani kontradiksi yang ada di dalam proses.

Prinsip-prinsip yang ditegaskan oleh matrix ini untuk memecahkan permasalahan mencakup (1) pengubahan dinamika di dalam objek atau lingkungan, (2) membuang atau menemukan bagian-bagian di dalam sebuah objek, (3) mengakibatkan sebuah objek bergetar, dan (4) merubah property dari objek tersebut.

 

5.   Rapid Prototyping

Mengasilkan ide yang kreatif merupakan tahapan yang kritis di dalam proses pengambilan ide untuk sebuah produk atau jasa yang bisa sukses di pasaran. Tapi, perlu diingat bahwasanya banyak ide yang diperoleh oleh pengusaha yang kemudian menjadi gagal. Rapid Prototyping memainkan peranan yang penting di dalam proses kreatif karena ia berperan sebagai langkah untuk menyeleksi ide-ide yang tidak praktis dan tidak akan bekerja sehingga para pengusa dapat menfokuskan energy kreatif mereka untuk ide-ide yang lainnya. Premis di balik Rapid Prototyping adalah bahwa transformasi id eke dalam model actual akan memperlihatkan kekurangan dari ide originalnya dan akan mengarah kepada perbaikan-perbaiakan di dalam rancangannya. “Jika gambar bernilai seribu kata, maka prototype bernilai sepuluh ribu.”, kata Steve Vassallo di Ideo Inc.

Ada tiga prinsip di dalam Rapid Prototyping, yaitu tiga R: rough (berat), rapid (cepat), dan right (benar). Model tidak harus bersifat sempurna; kenyatannya, pada fase-fase sebelumnya ketika mengembangkan sebuah ide, menyempurnakan sebuah model hanya akan memboroskan waktu. Kuncinya adalah membuat model menjadi cukup bagus untuk bisa menentukan apa yang bekerja dan apa yang tidak bisa bekerja. Dengan melakukan hal tersebut, pengusaha dapat mengembangkanprottype dengan cepat, bergerak lebih dekat menuju rancangan yang sukses. R terakhir yaitu right berarti membangun banyak model-model kecil yang focus kepada pemecahan permasalahan tertentu dengan sebuah ide. “Anda tidak berusaha untuk membangun model yang sempurna,” kata Vassallo. “Anda hanya fokus kepada bagian kecil darinya.”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.