Proses Kreatifitas

kreatifitas

“Kreativitas akan memberikan keuntungan bagi pikiran yang sudah dipersiapkan.”

 

Walaupun ide-ide yang kreatif bisa muncul seketika saat terjadi pencerahan, namun ternyata ide tersebut merupakan hasil dari proses kreatif yang mencakup tujuh tahapan. Tahapan yang dimasud antara lain :

 

1.      Persiapan

Tahapan ini adalah tahapan untuk mempersiapkan pikiran agar bisa berpikir kreatif. Persiapannya bisa dalam bentuk pendidikan formal, pelatihan kerja, pengalaman kerja, atau mengambil pelajaran dari peluang pembelajaran yang lain. Pelatihan ini akan memberikan pondasi yang kokoh untuk bisa membangun kreativitas dan inovasi di atasnya. Seorang penulis pernah mengatakan, “Kreativitas akan memberikan keuntungan bagi pikiran yang sudah dipersiapkan.” Untuk bisa mempersiapkan pikiran agar bisa berpikir secara kreatif, berikut langkahnya:

  • Miliki sikap sebagai pembelajar seumur hidup. Sadarilah bahwa mendidik diri sendiri adalah proses yang tidak akan pernah berakhir. Lihatlah setiap situasi yang Anda hadapi sebagai peluang untuk pembelajaran.
  • Banyaklah membaca tidak hanya dibidang yang Anda ahli di dalamnya saja. Banyak inovasi yang datang dari ide-ide yang sudah terpadu juga konsep-konsep yang muncul dari bidang lain di dalam ilmu pengetahuan. Membaca buku, majalah, atau tulisan yang mencakup beragam permasalahan subjek adalah cara terbaik untuk menstimulasi kreativitas anda.
  • Buatlah kliping untuk tulisan-tulisan yang menarik bagi Anda dan simpanlah. Suatu waktu, Anda mungkin akan terbiasa melihat ensiklopedia informasi yang darinya Anda bisa menggambarkan ide dan inspirasi.
  • Miliki waktu untuk mendiskusikan ide Anda dengan orang lain, termasuk mereka yang tahu sedikit tentang ide tersebut atau para ahli di bidangnya. . biasanya, pertanyaan sederhana yang ditanyakan oleh orang yang “masih bodoh” mengarah kepada penemuan yang baru atau pendekatan yang baru untuk permasalahan yang sudah lama.
  • Bergabunglah dengan asosiasi professional atau perdagangan dan hadiri pertemuan-pertemuan mereka. Disitu Anda akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki cara pandang Anda dengan orang lain yang memiliki minat yang sama. Belajar tentang bagaimana orang lain memecahkan permasalahan tertentu bisa memberikan pencerahan yang menyegarkan di dalam penyelesaian masalah.
  • Investasikan waktu untuk mempelajari Negara lain atau kebudayaan lain; lalu lakukan perjalanan ke sana. Seorang pengusaha memulai bisnisnya dan mengekspor beragam produ ke Latvia setelah ia menemani anak perempuannya di sana untuk perjalanan misionaris. Dia mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menemukan peluang sebelum ia melakukan perjalanan ke Latvia bersama anak perempuannya.
  • Kembangkan kemampuan mendengar. Ini sangat luar biasa yang bisa Anda pelajari ketika Anda memiliki waktu untuk mendengarkan orang lain—khususnya mereka yang sudah lama dan memiliki lebih banyak pengalaman. Cobalah untuk belajar dari setiap orang yang Anda temui.
  • Hilangkan pengganggu kreativitas. Interupsi yang datang dari telepon, email, atau pengunjung bisa merusak kreativitas Anda. Biarkan para pekerja untuk menyendiri, sebab lingkungan yang bebas dari interupsi akan memperkuat kemampuan mereka untuk lebih kreatif.

 

2.      Investigasi

Tahapan ini mengharuskan bagi seseorang untuk bisa mengembangkan pengetahuan yang sudah matang mengenai permasalahan, situasi, dan keputusan yang ada di tangan. Untuk menciptakan ide-ide dan konsep-konsep yang baru di bidang tertentu, seseorang harus mempelajari permasalahan dan memahami komponen dasarnya. Berpikir kreatif biasanya datang ketika seseorang melakukan pengamatan yang detail tentang dunia di sekitarnya lalu melakukan investigasi tentang cara bagaimana hal-hal tersebut berjalan (atau gagal berjalan). Contohnya, Dr. Navia dan seorang ilmuwan yang lainnya di Vertex telah menghabiskan beberapa tahun untuk melakukan riset mengenai virus dan protein yang bisa memblok nzim virus yang disebut dengan protease. Eksplorasinya tentang berbagai cara untuk memblok enzim ini  telah membuka penemuan baru baginya.

 

3.      Transformasi

Transformasi mencakup bagaimana memandang kesamaan dan perbedaan di antara informasi yang sudah dikumpulkan. Fase ini mengharuskan adanya dua cara berpikir; convergent dan divergent. Cara berpikir convergent adalah kemampuan untuk melihat kesamaan dan hubungan dari beragam data dan kejadian. Sedangkan cara berpikir divergent adalah kemampuan untuk melihat perbedaan di dalam beragam data dan kejadian. Ketika mengembangkan obat AIDS, Dr. Navia mempelajari karya dari para ilmuwan lain yang usaha mereka ketika mengembangkan obat yang bisa memblok enzim mengalami kegagalan. Dia mampu melihat kesamaan dan perbedaan di dalam risetnya dengan riset mereka serta mampu membangun di atas keberhasilan mereka dan menghindari kegagalan mereka.

Bagaimanakah agar bisa meningkatkan kemampuan Anda untuk mentransformasi informasi yang dikumpulkan untuk ide yang diharapkan?

  • Lakukan evaluasi terhadap bagian-bagian dari situasi beberapa kali, dan cobalah untuk mendapatkan “gambaran besarnya.” Carilah pola yang muncul di dalamnya.
  • Rangkai ulang elemen yang ada di dalam situasi tersebut. Dengan melihat komponen yang ada dalam sebuah permasalahan dengan cara yang berbeda, Anda dapat melihat kesamaan dan perbedaan di antara semua itu. Dengan merangkai ulang, ini bisa membantu untuk menemukan pola yang sama yang sudah terjadi melalui struktur yang belum dikenali.
  • Cobalah untuk menggunakan synectics (sebuah istilah dari Yunani yang berarti “membawa bersama” dan “keberagaman”), kemudian ambillah dua pemikiran untuk kemudian dikombinasikan. Contohnya, mengapa tidak untuk meluncurkan took buku tanpa memiliki took secara fisik dan tidak ada buku secara fisik—gambaran akurat tentang apa yang pernah dilakukan oleh Jeff Bezos ketika memiliki ide tentang Amazon.com.
  • Sebelum mengambil keputusan untuk memiliki satu pendekatan khusus terhadap sebuah situasi, perlu diingat bahwa beberapa pendekatan yang lain memiliki kemungkinan untuk bisa menambah keberhasilan. Pendekatan yang pertama mungkin bukanlah yang terbaik. Karena itu, ada kemungkinan-kemungkinan pendekatan lain yang lebih baik.

 

4.      Inkubasi

Pikiran bawah sadar membutuhkan waktu untuk melakukan refleksi terhadap informasi yang sudah dikumpulkan. Bagi seorang pengamat, fase dari proses kreatif ini bisa jadi bersifat membosankan; tampak seperti tidak akan terjadi sesuatu. Tapi kenyataannya, selama fase ini, tampak bahwa orang yang kreatif akan bersifat malas-malasan. Inkubasi akan terjadi ketika seseorang melepaskan dirinya dari permasalahan, dan memasukkan dirinya ke dalam aktivitas yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan permasalahan. Kekuatan kreatif dari Dr. Navia justru bekerja pada level pikiran bawah sadar ketika ia tidak sedang bekerja, juga tidak ketika berpikir tentang risetnya.

Bagaimana agar Anda  dapat memperkuat fase inkubasi di dalam proses kreatif, sehingga mampu membuat ide menjadi asin di dalam pikiran Anda?

  • Berjalanlah untuk menjauhi situasi. Mendapatkan waktu untuk bisa menjauhi masalah adalah hal penting guna meningkatkan kreativitas. Sebuah studi yang dilakukan oleh Wilson Brill, seorang ahli di bidang kreativitas mengatakan bahwa  dari 350 ide yang luar biasa menjadi produk yang berhasil, ternyata 2/3 nya ide tersebut muncul ketika orang-orang tidak dalam kondisi bekerja—saat mandi, di dalam mobil, di kasur, ketika jalan-jalan, atau di dalam situasi yang tidak dalam kondisi sedang bekerja. Dengan melakukan sesuatu yang sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan permasalahan akan memberikan waktu bagi pikiran bawah sadar untuk bekerja dalam menangani masalah atau peluang. Jadi, ada istilah tiga b—kamar mandi, kasur, dan bus—adalah kondisi yang tepat untuk mendapatkan kreativitas.
  • Miliki waktu untuk “bermimpi.” Walau ini tampaknya Anda tidak melakukan sesuatu, tapi ini menjadi seseuatu yang penting di dalam proses kreatif. Ini  terjadi ketika pikiran Anda terbebas dari tekanan dan paradigm apa pun. Jadi rasakan kebebasan bagi pikiran Anda untuk bermimpi dan memasuki solusi yang kreatif.
  • Bersantailah—bermainlah—secara langsung. Bisa jadi, hal yang buruk yang bisa Anda lakukan untuk kreativitas adalah bekerja untuk permasalahan atau peluang Anda secara terus-menerus. Ingatlah bahwa ide yang luar biasa seringkali muncul di lapangan golf, basket, atau taman.
  • Bermimpilah tentang masalah atau peluang. Walau mungkin Anda tidak memiliki kemampuan untuk bermimpi, berpikir tentang masalah sebelum tidur bisa menjadi cara yang efektif untuk mendorong pikiran Anda agar bekerja ketika tidur. Seringkali, ketika sedang tidur, solusi terhadap permasalahan yang sedang terjadi justru muncul lewat mimpi.
  • Bekerjalah untuk menyelesaikan masalah atau peluang di dalam lingkungan yang  berbeda—di tempat lain di luar kantor. Kerjakan tugas Anda di luar atau sambil duduk di mall. Perubahan kondisi lingkungan bisa menstimulasi ide kreativitas Anda.

 

5.      Iluminasi

Fase di dalam proses kreatif ini terjadi pada suatu titik selama masa inkubasi berlangsung yaitu ketika terjadi terobosan yang menghasilkan suatu kilatan pencerahan. Hal itu mungkin akan terjadi setelah lima menit—atau mungkin setelah lima tahun. Pada fase iluminasi, semua tahapan sebelumnya akan berkumpul bersama untuk menghasilkan factor “Eureka”—menciptakan ide yang inovatif.

Walaupun proses kreatif itu sendiri mungkin berjalan selama berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun, kelangsungan tentang kehadiran iluminasi bisa jadi bersifat menipu, sehingga membuat proses tampak terjadi sangat cepat. Dr. Michael Clarke yang masih melakukan riset mengenai kanker selama bertahun-tahun ternyata mengalami momen “eureka” sehari ketika ia memperlihatkan slide tentang sel kangker kepada para mahasiswanya di Universitas Michigan. Dia menjelaskan bahwa sebagian dari sel tersebut ada yang sudah matang dan ada yang belum matang. Langkah pengobatan yang tradisional adalah dengan cara menyerang sel-sel yang sudah matang, sedangkan riset sekarang justru focus untuk menggunakan stem cell sebagai pengobatan yang memungkinkan. Ketika ia sedang menjelaskan sel tersebut kepada para mahasiswanya, Clarke berpikir, “Apa yang terjadi jika ia melakukan cara berputar” apa yang terjadi jika stem cell justru menjadi penyebab bagi kanker?” Akhirnya dia mengubah focus risetnya untuk merefleksikan ide barunya dan menghasilkan sesuatu yang menjanjikan. Akhirnya Clarke mendirikan perusahaan, OncoMed, yang focus kepada garis riset dan meletakkan investasi dari GlaxoSmithKline yang dapat tumbuh hingga $1,4 juta.

 

6.      Verifikasi

Bagi para pengusaha, melakukan validasi terhadap sebuah ide sebagai hal yang realistic dan berguna mungkin akan mencakup percobaan, simulasi, dan pengujian terhadap produk atau jasa yang bertujuan untuk menverifikasi bahwa ide yang baru dapat bekerja dan diaplikasikan. Tujuannya adalah untuk menundukkan ide inovatif kepada tes kedinginan, realitas yang keras. Pada fase ini, pertanyaan yang memadai bisa diajukan seperti:

  • Apakah ia benar-benar solusi yang lebih baik untuk permasalahan atau peluang tertentu? Terkadang, ide yang tampaknya akan cemerlang di masa depan justru menjadi suram saat dilakukan pengujian di dalam realitas.
  • Apakah ia akan berjalan?
  • Apakah ada sesuatu yang dibutuhkan agar bisa berjalan?
  • Kalau demikian, aplikasi apakah yang terbaik dari ide ini di dalam pasar?
  • Apakah produk atau jasa ini bisa bagus untuk dimasukkan kedalam kompetensi utama?
  • Berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk bisa mekproduksinya?
  • Apakah kita bisa menjualnya dengan harga tertentu yang nanti bisa memproduksi penjualan yang memadai, keuntungan, serta pendapatan investasi di dalam bisnis kita?

Ketika ingin menguji nilai di dalam formulasi obat barunya, Dr. Naviamenggunakan computer di Vertex Pharmaceuticals untuk membuat model seperti 3-D Tinkertoy mengenai virus HIV kemudia melakukan simulasi terhadap kemampuan obat barunya untuk memblok enzim protease. Pengujian berikutnya terhadap obat tersebut telah mampu meverifikasi keamanannya. Dia mengungkapkan bahwa ia telah memiliki pandangan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

 

7.      Implementasi

Fakus dari tahapan ini adalah melakukan transformasi ide menjadi realitas. Banyak orang yang mendapatkan ide kreatif untuk produk atau jasa baru yang menjanjikan, tetapi hampir tidak pernah ada yang mau melangkah melampaui tahapan ide tersebut. Disini, pengusaha harus mampu beraksi berdasarkan ide tersebut. Kunci bagi keberhasilan perusahaan adalah kemampuannya untuk membuat ide kreatif bagi produk baru yang bermanfaat ke dalam realitass.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.