Memperkuat Kreativitas Organisasional

kreatifitas

“Setiap organisasi memiliki kreativitas, tapi banyak faktor yang menghambatnya keluar”

 

Kreativitas tidak selalu muncul di dalam organisasi; pengusaha harus mampu menciptakan lingkungan dimana kreativitas dapat tumbuh dengan subur tidak hanya bagi pengusaha tetapi juga bagi para pegawainya. “Setiap orang memiliki kreativitas, tapi banyak faktor yang menghambatnya keluar”, kata seorang penulis. Salah satu peran yang harus dimainkan oleh pengusaha adalah mengetahui potensi kreativitas karyawannya, mendukungnya, dan memperjuangkannya. Ide-ide baru merupakan kreasi yang mudah, tetapi budaya perusahaan yang benar dapat mendorong para pegawainya untuk mengembangkan dan membudayakannya. Memberikan penegasan bahwa para pekerja memiliki kebebasan untuk berkreativitas adalah salah satu dari cara terbaik untuk menghasilkan inovasi. Para pengusaha dapat menstimulasi dan mendukung kreativitas mereka sendiri juga di kalangan para pegawainya dengan mengikuti beberapa saran berikut ini, yang dirancang untuk menciptakan budaya inovasi :

 

1.   MASUKKAN KREATIVITAS SEBAGAI NILAI INTI DI DALAM PERUSAHAAN

Perusahaan yang inovatif tidak akan mengambil langkah pasif menuju kreativitas; mereka akan bersifat proaktif untuk mencari ide-ide yang baru. Salah satu cara terbaik untuk hal ini adalah menciptakan budaya perusahaan yang inovatif, dan merancang kondisi kreatif di dalam organisasi yang dimulai dari statemen misi perusahaan itu sendiri. Karena itu, pengusaha seharusnya memadukan kreativitas dan inovasi ke dalam statemen misi mereka serta memperkuatnya di dalam komunikasi internal perusahaan. Inovasi memungkinkan bagi perusahaan untuk melakukan pembentukan, transformasi, dan menciptakan masa depannya sendiri, serta tempat yang alamiah untuk memperjelas bahwa masa depannya berada di dalam statemen misi yang dibawanya. Karena kreativitas dan inovasi menjadi hal yang penting bagi keberhasilan perusahaan, maka semua itu juga harus menjadi bagian yang alamiah di dalam kinerja perusahaan.

 

Inovasi bisa menjadi senjata kompetitif yang sangat dahsyat di dalam industri yang masih tidak mau untuk berubah serta industri yang ada di dalam perusahaan yang masih senang memegang cara lama di dalam melakukan bisnis. Bahkan perusahaan-perusahaan kecil yang menginginkan sebuah inovasi bisa memiliki dampak yang signifikan terhadap keseluruhan industri melalui goncangan kuat terhadap status quo dengan pendekatan-pendekatan kreatif mereka. Hasilnya adalah market yang terus meningkat dan keuntungan yang mengesankan bagi para innovator. Apple yang sudah memperkenalkan iPod pada tahun 2001 dan iTunes Music Store di tahun 2003 telah menghasilkan revolusi di dalam bisnis music, sehingga sales CD hampir terjerembab hingga 35 persen, dan hal ini memungkinkan bagi perusahaan tersebut untuk meningkatkan keuntungannya lebih dari 3000 persen pada tiga tahun berikutnya.

 

2.   RANGKULLAH KEBERAGAMAN

Salah satu cara terbaik untuk menciptakan budaya kreativitas adalah mengupahi tenaga kerja yang beragam. Ketika karyawan memecahkan permasalahan atau memunculkan ide, mereka melakukan hal tersebut di dalam kerangka kerja yang mereka alami sendiri. Dengan menghargai perbedaan latar belakang, pengalaman budaya, hobi, dan minat mereka, akan membuat perusahaan memiliki bahan-bahan mentah yang krusial yang dibutuhkan untuk mendapatkan kreativitas. Pengusaha yang cerdas akan memperkuat kreativitas organisasionalnya melampaui zona nyaman mereka sendiri.

 

Dengan cara menfokuskan talenta dan kreativitas dari beragam kelompok para karyawan terhadap masalah dan tantangan menjadi salah satu cara terbaik untuk menghasilkan solusi yang kreatif. Riset yang dilakukan oleh professor dari Harvard Business School, Karim Lakhani, menyimpulkan bahwa proses pengalaman, pandangan, dan pemikiran di dalam kelompok yang beragam dari para karyawan menjadi alat yang luar biasa untuk memecahkan permasalahan secara kreatif. Pelajaran yang bisa diambil bagi para pengusaha: untuk lebih meningkatkan kepastian solusi kreatif yang sukses terhadap sebuah permasalahan, libatkan masyarakat di dalam proses yang memiliki latarbelakang dan pengalaman di luar area permasalahan tertentu.

 

3.   HARAPKAN KREATIVITAS

Para pekerja biasanya berada pada level tinggi bias juga jatuh ke level bawah dari ekspektasi yang diharapkan oleh pengusaha. Salah satu cara terbaik untuk mengkomunikasikan harapan kreativitas adalah memberikan izin bagi para karyawan untuk berkreativitas. Di dalam perusahaan kecil yang memproduksi peralatan industry, pemilik perusahaan meletakkan “brainstorming board” atau papan di tempat peristirahatan. Siapa pun yang menghadapi masalah dapat menulisnya di kertas berwarna yang ada di papan. Para pekerja yang lain diharapkan bias memberikan ide dan saran terhadap permasalahan tersebut dengan cara menuliskannya pada kertas berwarna putih. Papan tersebut mampu menghasilkan solusi-solusi yang kreatif.

 

4.   HARAPKAN DAN TOLERANSIKAN KEGAGALAN

Ide-ide kreatif akan menghasilkan kegagalan dan juga keberhasilan. Orang-orang yang tidak pernah gagal bukanlah orang yang kreatif. Kreativitas mengharuskan adanya peluang, dan para manajer harus mampu menghilangkan ketakutan para karyawan terhadap kegagalan.

 

5.   CIPTAKAN STRUKTUR ORGANISASI YANG MEMBUAT KREATIVITAS TUMBUH SUBUR.

John Kao, seorang ekonomis, yang memiliki nama panggilan “Mr. Kreativitas”, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang inovatif memiliki struktur seperti spageti, bukan seperti pyramid tradisional. Di dalam organisasi yang bergaya spageti, para karyawan terdorong untuk berbaur sehingga ide-ide yang kreatif dapat mengalir dengan bebas di semua lini perusahaan tersebut. Rancangan fisik yang sudah direncanakan dengan baik yang bias mendorong terjadinya iteraksi dan peleburan di kalangan para karyawan dari semua bagian dan semua level yang ada di dalam perusahaan tersebut akan memberikan daya dorong yang kuat terhadap kapasitas kreatif dari perusahaan.

 

6.   BERIKAN DORONGAN TERHADAP KEINGIN-TAHUAN.

Para pengusaha dan para karyawannya seharusnya sering bertanya, “Apa yang terjadi jika…” dan mengambil sikap, “mungkin kita bisa…” Menantang asumsi yang sudah ada tentang bagaimana sesuatu itu harus dikerjakan (“Kami sudah terbiasa melakukannya dengan cara begitu”) merupakan batu loncatan yang bagus untuk mendapatkan kreativitas. Dengan melakukan hal tersebut, memungkinkan bagi para karyawan untuk melakukan dobrakan terhadap asumsi yang bisa membatasi kreativitas mereka.

 

7.   LAKUKAN PERUBAHAN TERHADAP PEMANDANGAN SECARA PERIODIK.

Kondisi lingkungan fisik tempat dimana karyawan bekerja memiliki dampak terhadap level kreativitas mereka. Melakukan transformasi terhadap ruang kantor agar bias menjadi tempat singgah bagi munculnya kreativitas bukanlah sesuatu yang sulit atau mahal untuk dikerjakan. Karena kreativitas berada di dalam tugas para karyawan, maka para karyawan Davison Design and Developmen, perusahaan desain produk, bekerja dengan merancang tempat kerja seperti taman, bukan seperti kantor, sehingga para karyawan bias saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya serta mampu untuk saling menginspirasi dengan cara yang menyenangkan.

 

8.   MEMANDANG MASALAH SEBAGAI PELUANG.

Setiap masalah menawarkan peluang adanya inovasi. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan energy inovatif perusahaan adalah memperjelas pertanyaan yang menfokuskan perhatian para pekerja terhadap permasalahan konsumen dan bagaimana cara menanganinya.

 

9.   MEMBERIKAN PELATIHAN KREATIVITAS.

Hampir setiap orang memiliki kapasitas untuk menjadi kreatif. Tapi, untuk mengembangkan kapasitas tersebut, dibutuhkan pelatihan. Seorang penulis pernah mengatakan, “Yang membedakan antara orang rata-rata dengan Edison, Picasso, dan Shakespeare bukanlah kapasitas kreativitasnya—melainkan kemampuannya untuk mengeluarkan kapasitas tersebut dengan cara mendorong adanya impuls-implus kreatif dan bertindak berdasarkan kreativitas tersebut.” Pelatihan yang dijalankan melalui buku, seminar, workshop, dan pertemuan professional bias membantu setiap orang untuk belajar meningkatkan kapasitas kreativitas mereka.

 

10.   MEMBERIKAN DUKUNGAN.

Para pengusaha harus memberikan alat dan sumberdaya yang dibutuhkan oleh para karyawannya untuk menjadi kreatif. Pengusaha harus memahami bahwa kreativitas membutuhkan fase non-kerja, dan pengusaha harus diberikan luang waktu untuk “bermimpi”. Ini menajdi bagian penting di dalam proses kreatif. Kreativitas yang diperlihatkan oleh para karyawan ketika mereka tahu bahwa para manajer memberikan nilai bagi inovasi, akan menjadi hal yang sangat menguntungkan.

 

11.   MENGEMBANGKAN PROSEDUR UNTUK BISA MENANGKAP IDE-IDE.

Perusahaan-perusahaan kecil yang merupakan para innovator yang luar biasa tidak mendapatkan mantel secara kebetulan; mereka memiliki proses untuk mengumpulkan ide-ide. Ketika para karyawan memiliki ide yang kreatif, tidak setiap organisasi siap untuk menampungnya. Sehingga bisa disayangkan ternyata ide yang memberikan kemungkinan bagi kemajuan perusahaan atau memungkinkan kebaikan bagi kehidupan akan hilang begitu saja. Para pengusaha yang kreatif akan  menciptakan proses di damana perusahaan yang dirancang untuk bisa menangkap hasil-hasil dari kreativitas karyawan.

 

12.   BERBICARA DENGAN PARA KONSUMEN ATAU BERINTERAKSI DENGAN MEREKA.

Perusahaan-perusahaan yang inovatif akan memiliki waktu untuk memperoleh timbal balik dari para konsumen yang sudah menggunakan produk atau jasanya, dengan cara mendengarkan ide-ide yang baru. Suara para konsumen atau VOC/Voice of Consumer bisa menjadi sumber penting bagi ide-ide yang kreatif, dna Internet memungkinkan bagi para pengusaha untuk bkonsumen dengan cepat. Beberapa perusahaan melakuan pengamatan terhadap para konsumen mereka yang menggunakan produk dan jasa mereka guna mendapatkan ide yang memungkinkan terjadinya perbaikan-perbaikan atau hal-hal yang baru.

 

13.   MENCARI MANFAAT BAGI PRODUK PERUSAHAAN ANDA ATAU JASA DI PASAR YANG LAIN.

Fokus hanya kepada manfaat ‘tradisional’ dari produk atau jasa hanya akan membatasi kreativitas. Para pengusaha bias meningkatkan salesnya dengan menemukan palikasi yang baru, biasanya di tempat yang tidak diharapkan, bagi peroduk atau jasa mereka.

 

14.   MENGHARGAI KREATIVITAS.

Para pengusaha bisa memberikan dukungan terhadap kreativitas dengan cara memberikan penghargaan ketika kreativitas itu muncul. Memberikan pengakuan, pujian, atau selebrasi biasanya menjadi kekuatan bagi kreativitas.

 

 

One thought on “Memperkuat Kreativitas Organisasional

Leave a Reply

Your email address will not be published.