Dari Ide Menjadi Realitas

entrepreneur-illustration

“Yang Ada di dalam Pikiran Enterprener: Dari Ide menjadi Realitas”

 

Salah satu dari prinsip enterpreneurship adalah kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di setiap harinya. Para enterpreneur (pengusaha) akan mencapai kesuksesan ketika mereka mampu menciptakan nilai di dalam pasar dimana mereka mampu mengkombinasikan berbagai macam sumberdaya dengan cara-cara baru yang berbeda sehingga mampu mendapatkan daya saing lebih besar melebihi para pesaingnya. Dilihat dari karya Alexander Fleming yang menghasilkan penicilin juga para pendiri Rocket Chemical company yang sudah berusaha menciptakan minyak pelumas industri (WD-40) bagi inovasi Jeff Bezos untuk World Wice Web dalam bentuk eceran (Amazon.com) serta pendekatan unik yang dilakukan oleh Ted Turner guna menyediakan berita-berita televisi (CNN), semua itu merupakan ide-ide enterpreneur yang telah mentransformasi dunia.

 

Kreativitas, Inovasi, dan Enterpreneurship

Menurut National Science Foundation, banyak perusahaan, agen pemerintahan, dan universitas yang ada di AS telah menginvestasikan sekitar $343 miliar setiap tahunnya di bidang riset dan pengembangan (R&D/Research and Development). Perusahaan-perusahaan yang kecil menjadi bagian penting di dalam gambaran R&D. Sebuah studi yang dilakukan oleh the Small business Administration melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan kecil mampu memproduksi paten 13 sampai 14 kali lebih banyak bagi tiap pekerjanya dibanding perusahaan-perusahaan pesaingnya yang lebih besar. Perusahaan-perusahaan kecil tersebut juga mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih ekonomis dan teknis dibanding perusahaan-perusahaan yang besar. Apakah “rahasia” entrepreneurship di dlaam menciptakan nilai bagi pasar? Sebetulnya tidak ada rahasia di dalamnya: itu hanyalah tentang penggunaan kreativitas dan inovasi di dalam penyelesaikan masalah serta pemanfaatan peluang yang dihadapi oleh masyarakat setiap hari. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide yang baru serta menemukan cara-cara baru untuk memperjelas masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan menggunakan solusi kreatif terhadap permasalahan dan peluang guna memperkuat dan memperkaya kehidupan masyarakat. Ted Levitt di Harvard mengatakan bahwa kreativitas adalah berpikir tentang hal-hal yang baru, sedangkan inovasi adalah melakukan hal-hal yang baru.  Pendek kata, seorang penguasaha akan sukses dengan cara berpikir dan melakukan hal-hal baru atau hal-hal yang lama dengan menggunakan cara-cara yang baru. Memiliki ide-ide baru yang hebat tidaklah cukup: harus mampu mentransformasikan ide menjadi produk, jasa, dan bisnis yang nyata. Inilah tahapan dasar berikutnya.

Pengusaha yang sukses adalah mereka yang memiliki ide dan menemukan cara agar ide dapat berguna dalam menyelesaikan permasalahan atau memenuhi kebutuhan. Dikarenakan dunia ini berubah dengan sangat cepat, maka kreativitas dan inovasi menjadi hal yang sangat penting bagi kesuksesan sebuah perusahaan agar dapat terus hidup. Berpikir yang kreatif menjadi keterampilan bisnis, sedangkan penguasaha adalah pemimpin langkah dalam mengembangkan dan menggunakan keterampilan tersebut. Di dalam kenyataan, kreativitas dan inovasi selalu berada di dalam sumber kemampuan para perusahaan kecil untuk bisa bersaing dengan perusahaan yang besar. Dengan demikian, mereka mampu menciptakan kemajuan yang besar dan kuat serta efektif melebihi perusahaan besar.  Jika gagal, mereka tentu tidak dapat meneruskan usahanya. Ahli leadership, Warren Bennis, mengatakan bahwa “Perusahaan-perusahaan yang sukses sekarang ini akan hidup dan mati tergantung kepada kualitas ide-ide mereka.”

Seringkali ide-ide kreatif muncul ketika pengusaha melihat sesuatu yang sudah lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau yang beda. Seorang pelatih sepakbola Lgendary Notre Dame, Knute rockne, dimana timnya mampu mendominasi sepakbola universtias di tahun 1920-an, telah memiliki ide pengubahan pemain belakang ketika melihat adanya susunan yang menjadi bahan ketawaan. Inovasi yang dilakukan oleh Rockne pada pemain belakan dan penekanannya untuk passing ke depan menjadi pertahanan perlawanan yang benar-benar membingungkan sehingga timnya mampu meraih catatan skor yang mengesankan dengan catatan 105-12-5.

Enterpreneurship adalah hasil dari proses sistematis yang disiplin dalam menggunakan kreativitas dan inovasi terhadap kebutuhan dan peluang yang ada di dalam pasar. Ini mencakup juga tentang penggunaan strategi-strategi yang fokus terhadap ide-ide baru serta pandangan-pandangan baru guna menciptakan sebuah produk atau jasa yang mampu memberikan kepuasan bagi para konsumen atau mampu memecahkan permasalahan. Banyak orang yang memiliki ide kreatif untuk produk baru atau beda tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Sedangkan penguasaha atau entrepreneur adalah orang-orang yang mampu menghubungkan antara ide kreatif dengan pelaksanaannya di dalam bisnis. Jadi, entrepreneurship yang sukses adalah proses yang berada di dalam kreativitas, inovasi, serta aplikasi di dalam pasar secara konstan.

Inovasi harus menjadi proses yang terus konstan karena banyak ide yang tidak berjalan dan inovasi yang gagal. Karen Anne Zien, seorang pendiri Creativity and Innovation Lab untuk Polaroid Corporation, mengestimasikan bahwa setiap 3000 ide tentang produk yang baru, empat diantaranya memasuki tahapan pengembangan, dua diantaranya mampu direalisasikan, dan hanya satu yang mendapatkan keberhasilan di dalam pasar. Para penguasaha yang sukses akan mengakui bahwa akan banyak kegagalan yang nantinya mendampingi inovasi, dan mereka akan menerima kegagalan karena mereka tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari proses yang kreatif. Daripada gagal lalu menyerah, lebih baik terus berusaha.

 

Kreativitas—kebutuhan untuk bisa terus hidup.

Di dalam persaingan yang begitu ketat, kreativitas tidak hanya menjadi sumber penting dalam membangun keuntungan yang kompetitif, tetapi juga menjadi kebutuhan untuk bisa bertahan hidup. Ketika mengembangkan  solusi kreatif untuk menangani permasalahan modern, pengusaha harus mampu melampaui apa yang sudah pernah dilakukan di masa lalu. Pengalaman masa lalu akan membentuk cara bagaimana kita memandang dunia di sekitar kita (Kita akan selalu bekerja menurut sudut pandang tersebut). Inilah kenapa anak-anak sangat kreatif dan selalu ingin tahu tentang berbagai kemungkinan-kemungkinan yang baru; dimana masyarakat belum mencuci otak mereka agar berperilaku seperti mereka, dan anak-anak belum menerima solusi-solusi tradisional sebagai satu-satunya solusi yang harus digunakan. Pengusaha yang masih memiliki “semangat anak kecil” di dalam dirinya akan mampu membuang batasan kreativitas sehingga mampu melihat peluang untuk menciptakan bisnis dimana masyarakat sebelumnya memandang apa yang selalu sudah dipandang.

Beberapa tahun yang lalu, selama pertandingan catur internasional, Frank Marshall membuat apa yang disebut dengan sebuah langkah yang sangat cantik dan kreatif di papan catur. Ketika berhadapan dengan pemain master catur dari Rusia, Marshall menemukan bahwa ratunya berada dalam ancaman serius. Terlihat juga masih banyak ruang bagi ratunya untuk bisa kabur. Mengetahui bahwa ratu merupakan salah satu pemain yang penting di dalam catur, maka banyak yang mengira bahwa Marshall akan memindahkan ratunya ke tempat yang aman.

Ternyata, Marshall justru menempatkan ratunya di sebuah posisi yang sangat mudah untuk diserang. Marshall telah melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dia mengorbankan ratu, sebuah tindakan yang seringkali digunakan ketika berada dalam kondisi putus asa. Banyak penonton yang mengeluh dengan langkah tersebut. Pada akhirnya, pemain Rusia dan penonton menyadari bahwa langkah yang diambil Marshall merupakan langkah yang brilian. Tidak masalah ketika pemain Russia menghantam ratu sehingga ia pun akhirnya kalah. Dan Marshall memenangkan catur dengan mengorbankan ratu.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari sini? Dengan menyingkirkan cara berpikir konvensional yang sudah lama dkgunakan, Marshall mampu membuang paradigma yang biasa dipakai oleh para pemain catur. Ia mampu melihat jauh melebihi strategi permainan tradisional sehingga mampu mengambil resiko dari usahanya untuk melakukan taktik yang tidak biasa untuk mendapatkan kemenangan. Hasilnya: dia menang. Pengusaha yang sukses yang terus mendorong batasan teknologi dan ekonomi, akan terus bertanya: “apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengorbankan ratu?”.

Keberhasilan di dalam kondisi persaingan yang ketat secara global mengharuskan para pengusaha untuk membuka adanya kreativitas (juga kreativitas yang datang dari para pekerja). Pengusaha juga harus yakin bahwa ketika mereka telah mengembangkan solusi kreatif yang unik untuk memecahkan permasalahan serta memenuhi sebuah kebutuhan, maka pesaingnya akan dengan keras mengembangkan solusi yang lebih kreatif agar bisa mengubah langkah mereka yang sudah usang. Oleh karena itu, perusahaan yang sudah menempati posisi puncak di dalam industri, mungkin akan turun ketika tidak melakukan inovasi.

 

Berpikir Kreatif

Penelitian tentang bagaimana otak manusia berjalan menunjukkan bahwa tiap bagian (hemisphere) di dalam otak akan memproses informasi secara berbeda dan salah satu dari sisi otak akan mendominasi dibanding sisi yang lainnya. Otak kiri bersifat linear, pemikiran yang vertikal sedangkan otak kanan bersifat berpikir secara lateral. Otak kiri menangani bahasa, logika, dan simbol; sedangkan otak kanan menangani emosi, intuisi, dan fungsi-fungsi spasial. Otak kiri memproses informasi dengan cara bertahap, sedangkan otak kanan memproses informasi langsung secara keseluruhan, dimana penekanannya lebih kepada bentuk gambaran.

Otak kananlah yang memainkan peran di dalam proses-proses yang kreatif. Mereka yang sudah belajar untuk mengembangkan otak kanan akan memiliki kemampuan berpikir lewat kecenderungan untuk:

  • Selalu bertanya, “apakah ada cara yang lebih baik?”
  • Menantang kebiasaan, rutinitas, dan tradisi.
  • Berpikir lebih dalam
  • Mengetahui lebih banyak ide yang mampu menginkatkan rasa kesukaan dari ide-ide yang kreatif tersebut.
  • Memainkan mental dan berusaha melihat permasalahan dari sudut yang berbeda.
  • Menyadari bahwa terdapat lebih banyak solusi dibanding hanya sebuah solusi saja.
  • Melihat kesalahan sebagai “pit stop” untuk melangkah menuju kesuksesan
  • Melihat permasalahan sebagai tempat untuk menemukan ide-ide yang baru.
  • Memahami bahwa kegagalan adalah bagian alamiah di dalam proses kreatif.
  • Menghubungkan ide-ide yang tampak tidak memiliki keterkaitan dengan masalahnya untuk mendapatkan solusi yang inovatif.
  • Memiliki kemampuan seperti “helikopter” yaitu pergi meninggi melampaui rutinitas harian untuk melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas dan turun kembali untuk fokus kepada bidang yang dibutuhkan untuk terjadinya suatu perubahan.

Walaupuan setiap sisi dari otak cenderung untuk saling mendominasi ketika berada di dalam situasi tertentu, tapi keduanya sebetulnya saling bekerjasama, khususnya ketika mengkoordinasikan informasi yang diproses guna mendapatkan langkah yang tepat.

Pengusaha yang sukses akan membutuhkan tidak hanya otak kanan, tetapi juga otak kiri di dalam cara berpikir mereka. Pengusaha yang menggunakan otak kanannya akan menghasilkan produk yang inovatis, begitu juga jasa dan ide-ide bisnis. Kemudian dengan menggunakan otak kirinya, mereka akan berpikir cara menyesuaikan potensi pasar dengan ide yang telah mereka hasilnya. Pengusaha yang sukses mampu mengkoordinasikan fungsi dari setiap otak untuk menghasilkan kreativitas dalam menghasilkan inovasi yang pragmatis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.