Hindari Perangkap Kegagalan!

entrepreneur-illustration

“Pertimbangkan cara-cara untuk menghindari kegagalan!”

 

Walaupun kegagalan dapat menjadi bagian berharga dari proses kewirausahaan, tetapi tidak ada orang yang berencana untuk gagal dalam usahanya. Sekarang kita harus mempertimbangkan cara-cara untuk menghindari kegagalan kembali dan mengumpulkan informasi apa-apa saja yang membuat bisnis berhasil.

Memahami Bisnis Secara Mendalam

Kita telah menekankan perlunya jenis pengalaman yang tepat dalam usaha yang akan anda mulai. Dapatkan pendidikan terbaik dalam area bisnis anda sebelum ada memulai usaha sendiri. Menjadi pelajar yang serius di bidang anda. Perluas wawasan dengan membaca jurnal perdagangan, jurnal bisnis periodik, laporan penelitian dan buku yang berhubungan dengan dengan industri anda dan pelajari apa yang dibutuhkan untuk berhasil di dalamnya. Melakukan kontak pribadi dengan supplier, pelanggan, asosiasi perdagangan, dan pengusaha lain yang bergerak di industri yang sama adalah cara yang baik untuk mendapatkan pengetahuan. Pengusaha yang pintar bergabung dengan asosiasi industri perdagangan dan menghadiri trade show untuk mendapat informasi yang berharga dan menciptakan networking sebelum mereka membuka pintu usaha.

 

Mengembangkan Rencana Bisnis yang Solid

Bagi banyak pengusaha, rencana bisnis yang tertulis rapi merupakan bahan yang sangat penting dalam mempersiapkan bisnis yang sukses. Tanpa rencana bisnis yang tepat, perusahaan akan terombang ambing tanpa tujuan yang nyata. Pengusaha  yang sudah bertindak, terlalu sering melompat langsung kepada bisnis tanpa menyempatkan waktu untuk mempersiapkan rencana tertulis yang menyebutkan inti dari  bisnis yang digelutinya. Tidak hanya memiliki  sebuah rencana yang memberi jalan menuju kesuksesan, tetapi juga menciptakan tolak ukur terhadap performance aktual perusahaan yang dapat diukur oleh pengusaha. Membangun usaha yang sukses dimulai dengan melaksanakan rencana bisnis yang tepat.

Rencana bisnis memungkinkan pengusaha untuk mengganti asumsi yang salah berdasarkan fakta sebelum memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis. Proses rencana memaksa pengusaha untuk bertanya kemudian menjawab beberapa pertanyaan yang sulit, menantang dan penting.

 

Mengelola Sumber Daya Keuangan

Pertahanan terbaik terhadap masalah keuangan adalah untuk mengembangkan suatu sistem informasi praktis dan kemudian menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan bisnis. Tidak ada pengusaha yang dapat mempertahankan kontrol atas bisnis kecuali ia mampu menilai kesehatan keuangan perusahaannya.

Langkah pertama dalam mengelola sumber daya keuangan afektif adalah memiliki modal awal yang cukup. Banyak pengusaha memulai bisnis mereka dengan modal yang terlalu sedikit. Salah satu pemilik bisnis yang berpengalaman menyarankan. “ Estimasikan jumlah modal yang kamu butuhkan  agar usaha dapat tetap berjalan lalu kalikan dua.” Maksudnya Modal yang dibutuhkan  untuk membuka usaha selalu lebih banyak dari perkiraan pengusaha sebelumnya.

Sumber daya keuangan yang paling berharga bagi setiap usaha kecil adalah uang tunai. Meskipun mendapatkan keuntungan adalah penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang, bisnis harus memiliki pasokan uang tunai yang cukup untuk membayar tagihan dan kewajiban. Beberapa pengusaha mengandalkan pertumbuhan penjualan untuk memasok kebutuhan kas perusahaan mereka, tetapi hal ini hampir tidak pernah terjadi. Perusahaan baru biasanya mengkonsumsi lebih banyak uang daripada yang mereka hasilkan dan semakin cepat mereka tumbuh  maka lebih banyak uang tunai yang mereka habiskan.

 

Memahami Laporan Keuangan

Setiap pemilik bisnis harus bergantung pada catatan dan laporan keuangan untuk mengetahui kondisi bisnis-nya. Banyak pengusaha sering menggunakan  catatan keuangan hanya untuk keperluan pajak dan bukan sebagai perangkat kontrol manajemen yang sangat penting. Untuk benar-benar memahami apa yang sedang terjadi dalam bisnis mereka, pemilik harus memiliki setidaknya pemahaman dasar akuntansi dan keuangan.

Setelah dianalisis dan ditafsirkan dengan benar, laporan keuangan menjadi indikator yang dapat diandalkan terhadap kesehatan perusahaan kecil. Mereka dapat sangat berguna dalam memberi tanda terhadap masalah potensial. Contohnya, penjualan yang menurun, keuntungan yang terselip, peningkatan hutang dan memburuknya modal kerja adalah semua gejala masalah berbahaya yang potensial terjadi dan membutuhkan perhatian yang segera.

 

Belajarlah Untuk Mengelola Karyawan Secara Efektif

Apapun usaha yang anda jalankan, anda harus belajar untuk mengelola karyawan. Setiap bisnis tergantung dari sebuah fondasi yang terlatih, untuk memotivasi karyawan. Tidak ada pemilik bisnis yang dapat melakukan segalanya sendiri. Orang yang menjadi pengusaha akhirnya memperkerjakan kualitas untuk melihat seberapa jauh perusahaan ‘dapat mendaki’ atau atau seberapa jauh akan jatuh. Memperoleh dan mempertahankan sebuah pasukan dari kualitas pekerja bukan pekerjaan yang mudah, bagaimanapun, hal itu mengingatkan akan sebuah tantangan dari pemilik skala bisnis kecil. Pada akhirnya, anda harus menonjol dalam hal sumber daya yang berkelanjutan yang dimana hal tersebut mencerminkan kualitas dari karyawan yang anda miliki.

 

Rancang Bagian Dari Bisnis Anda Melalui Sebuah Kompetisi

Hampir semua rumus dari  kegagalan bisnis melibatkan sebuah bisnis yang ‘Ikut-ikutan’ – hanya menyalin apapun dari bisnis yang sedang berjalan. Pengusaha yang sukses menemukan sebuah jalan untuk meyakinkan pelanggan mereka bahwa perusahaan anda cukup unggul dibandingkan pesaing bahkan jika mereka menjual produk atau jasa yang sama. Hal itu cukup penting untuk perusahaan bisnis skala kecil dalam melawan yang besar, semakin kuat pesaing dengan sumber daya yang lebih. Idealnya, dasar dari diferensiasi sebuah perusahaan terhadap kompetitior ialah menemukan apa yang terbaik yang telah dilakukannya. Di skala bisnis kecil dasar yang sering diantaranya seperti; pelayanan pelanggan, kenyamanan, kecepatan, kualitas, atau apapun yang penting untuk menarik dan membuat senang pelanggan.

 

Memelihara Sikap Positif

Meraih kesuksesaan bisnis membutuhkan sebuah pengusaha untuk memelihara sebuah mental positif terhadap bisnis dan disiplin terhadapnya. Pengusaha yang sukses mengakui bahwa fakor yang paling berharga adalah waktu mereka, dan mereka mengelolanya secara efektif untuk membuat mereka, dan perusahaan lebih produktif. Semua ini, tentu saja, tidak mungkin tanpa gairah – gairah untuk bisnis mereka, produk mereka atau pelayanan mereka, dan komunitas mereka. Gairah adalah memungkinkan sebuah kegagalan dari pemilik bisnis untuk kembali lagi, mencoba dan membuat-nya menjadi teratas!

Leave a Reply

Your email address will not be published.