Model Bisnis Yang Kompetitif dan Rencana Strategi Yang Terpadu

entrepreneur-illustration

“Perusahaan yang kurang memiliki rencana strategis yang jelas hanya akan mencapai beberapa keberhasilan jangka pendek”

 

Aktivitas beberapa kehidupan bisnis sama vitalnya seperti mengembangkan strategi untuk sukses. Para pengusaha sering penuh dengan optimis dan antusias meluncurkan bisnis menuju kegagalan karena pendiri mereka tidak pernah berhenti untuk menentukan strategi yang bisa diterapkan yang membedakan diri dari kompetisi mereka. Karena mereka cenderung menjadi orang yang penuh aksi, pengusaha/ entrepreneur selalu mencari proses dalam mengembangkan strategi lama dan tidak perlu. Kecenderungan mereka adalah membuka bisnis, mencoba beberapa pendekatan, dan melihat apa hasilnya. Tanpa rencana yang terpadu, bagaimanapun pengusaha/ entrepreneur semacam ini memiliki banyak kesempatan untuk membangun bisnis yang sukses sama seperti kontraktor pertahanan yang mencoba membangun pesawat temput tanpa blueprint. Perusahaan kurang memiliki strategi yang jelas dapat mencapai beberapa keberhasilan dalam jangka pendek, tetapi segera setelah kondisi persaingan yang kaku atau ancaman tak terduga muncul, mereka biasanya”hit the wall” dan menggulung tikar.

Lingkungan kompetitif global saat ini, apapun bisnisnya, besar atau kecil, yang tidak berfikir dan bertindak strategi sangatlah rentan. Semua bisnis tidak terlindung dari serangan secara cepat akan perubahan lingkungan yang kompetitif, dan di masa depan eksekutif bisnis kecil dapat menduga  perubahan lebih besar dan ketidakpastian. Dari perubahan iklim di seluruh dunia dan perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk lebih intens berkompetisi dan  muncul pasar global, lingkungan bisnis telah menjadi lebih bergejolak dan menantang bagi pemilik usaha. Meskipun gejolak pasar ini membuat banyak tantangan terhadap usaha kecil, ini juga membuat peluang terhadap perusahaan yang sudah mempunyai strategi disana untuk dimanfaatkan. Kemauan pengusaha untuk beradaptasi, untuk membuat perubahan, untuk bereksperimen dengan model bisnis yang baru dan menghentikan peraturan tradisional menjadi  lebih penting daripada sebelumnya. “Ini bukan yang terkuat atau lebih pintar (perusahaan tersebut) untuk bertahan”, kata CEO American Express Ken Chenault, “tetapi lebih kepada adaptasi untuk perubahan”.

 

Mungkin perubahan terbesar dari wajah pengusaha yang berlangsung sekarang : pergantian dalam dunia ekonomi dari dasar finansial ke modal intelektual. “Pengetahuan tidak lagi hanya faktor produksi”, kata Alvin Toffler. “Ini adalah faktor terpenting dalam produksi. Hari ini modal intelektual perusahaan seperti  sumber keuntungan kompetitif di dalam pasar. Modal intelektual adalah gabungan dari tiga komponen :

  1. Modal manusia (human capital). Bakat, kreatifitas, keahlian, dan  kemampuan tenaga kerja perusahaan, muncul di strategi inovatif, rencana, dan proses orang dalam membangun organisasi, dan penuh semangat mengejar.
  2. Struktur modal (struktural modal) adalah akumulasi dari pengetahuan dan pengalaman proses perusahaan. Ini dapat mencakup banyak proses, perangkat lunak, paten, copyright, dan mungkin yang paling penting pengetahuan dan pengalaman karyawan dalam perusahaan.
  3. Modal pelanggan, termasuk membangun  basis pelanggan, reputasi positif, berkelanjutan hubungan, dan  membangun hubungan baik dari waktu ke waktu dengan pelanggan.

 

Pengusaha mengakui bahwa modal yang tersimpan dalam tiga bidang membentuk dasar dari kemampuan mereka untuk bersaing secara efektif dan mereka harus mengelola basis modal yang tidak berwujud dengan hati-hati. Setiap bisnis menggunakan ketiga komponen dalam strategi, tetapi mereka menempatkan penekanan pada masing-masing tempat bervariasi.

 

Sebagai contoh, Whole Foods, salah satu retailer tersukses dari makanan organik yang memiliki  lebih dari 270 toko di Amerika utara dan Inggris, menekankan modal manusia adalah strategi dalam mencapai  keuntungan bersaing di dalam pasar. Perusahaan mengumpulkan semua pelamar pekerjaan untuk melalui proses penyaringan, berhati-hati dalam memilih hanya kepada mereka yang menunjukkan gairah dalam bersaing, menyukai makanan, dan berdedikasi terhadap pelayanan pelanggan. Tidak seperti kebanyakan kompetitor dalam industri supermarket, Whole foods menginvestasikan banyak kepada pelatihan terhadap karyawan (disebut anggota team di dalam perusahaan) sehingga mereka dapat mendemonstrasikan dan menjelaskan kepada pelanggan mengenai feature dan keuntungan dari perusahaan makanan alami. Whole foods memperluas komponen produk yang bermacam-macam secara cepat.

 

Perusahaan mengakui peran bahwa Anggota Tim bermain dalam keberhasilan perusahaan dan kebijakan karyawan telah ada di list Fortune “100 Best Companies to Work For”. Meskipun struktur biaya tidak terendah di industri, perusahaan berkembang cepat karena pemilik mengetahui kalau pelanggan setia tidak akan berbelanja disana mencari harga rendah.

 

Aturan permainan kompetitif bisnis yang terus berubah. untuk menjadi sukses, pengusaha tidak bisa lagi melakukan hal-hal dengan cara mereka selalu dilakukan mereka. Untunglah, pengusaha sukses memiliki senjata ampuh penyelesaian untuk mengatasi lingkungan, perubahan lingkungan : proses manajemen strategis. Manajemen strategis melibatkan mengembangkan sebuah rencana permainan untuk memandu sebuah perusahaan karena berusaha untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan tujuan dan agar tidak menyimpang dari jalur yang diinginkan. Idenya adalah untuk memberikan seorang pengusaha cetak biru untuk pencocokan kekuatan dan kelemahan perusahaan terhadap peluang dan ancaman dalam lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.