ANANDIKA

Masih dengan puisi lagi. Puisi level kacangan anak SMA. Mungkin kalau sekarang bikin puisi lagi masih tetep level kacangan juga sih :D. Puisi ini ditulis sekitar 6 sampai 7 tahun yang lalu. Wah dari tadi puisi jadul semua, trus yang baru kemana? wah saya juga gak tahu 😀 😀

Nggak terasa ya sudah lama sekali. Kali ini bertema tentang seseorang perempuan yang sedang kehilangan orang yang paling dikasihinya. Padahal sih nggak suka pelajaran bahasa indonesia, tapi rasa pengen menulis tetap tidak terbendung.

Puisi ini ditulis saat saya melayat ke rumah teman karena anggota keluarganya telah tiada. Ya melihat keadaannya saat itu entah kenapa tiba-tiba saat itu ingin menulis. Dan akhirnya lahirlah puisi ini.

Terik matahari nan menyesak

Tersebar berderet bunga dan bendera

Hitam…. Benar-benar hitam

Lalu lalang orang turut berduka

Anandika

Termenungku menatapmu

Wajahmu….Matamu…..Senyummu….Bibir merahmu….

Terlihat jelas keletihan merasukimu

Dibalik suatu duka

Tersimpan beribu hikmah

Kuatkan dirimu

Kami kan slalu bersamamu

Leave a Reply

Your email address will not be published.